PARJA: Pentingnya Menjaga Eksistensi Parja dan Perlunya Pendamping Hidup Parja

Hay sobat blogger..hayy parja lovers..kali ini feryarya.com akan akan mengulik sedikit tentang parja. Sebuah paguyuban anak rantau di Banjarnegara yang sedang in,sedang booming dan sedang jadi buah bibir di kalangan paguyuban se-Banjarnegara untuk sekarang ini. Kayak berita seleb aja ya bro??hehehe..

Saat ini parja alias paguyuban anak rantau jalatunda mungkin sedang menjadi sorotan berbagai elemen dan paguyuban di Banjarnegara, hal ini tidak mengherankan karena parja yang baru seumur jagung diawal kemunculannya sudah memiliki gebrakan yang cukup menyita perhatian..pertama diawal kelahirannya, parja sudah langsung memiliki member yang cukup besar. Ini membuktikan adanya kesamaan pandangan,niat dan tekad untuk kemajuan yang mungkin selama ini di impikan tapi masih terpendam. Lahirnya parja bisa menjadi wadah sosialisasi, aspirasi, aktualisasi dan kreasi para membernya.

Kedua diawal kelahirannya, parja tanpa malu dan segan mau berbaur dengan paguyuban lain di Banjarnegara, hal ini bisa kita lihat dengan aktifnya parja di berbagai event yang dilakukan oleh berbagai elemen pemerintah dan paguyuban lain di Banjarnegara. Keaktifan ini tentunya mendapat sambutan dan tanggapan positif dari berbagai pihak.

Aktivitas Parja


Ketiga parja bisa menjadi in saat ini tidak lepas dari program-programnya yang pro warga miskin dan kesusahan. Salah satu program yang pro warga adalah santunan anak yatim dan bantuan terhadap warga yang kesusahan. Mungkin bantuannya tidak seberapa tapi paling tidak bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terkena musibah. Hal ini tentu cukup menyenangkan karena selain parja belum ada paguyuban lain yang seperti ini di Jalatunda. Program parja ini juga menunjukan betapa kompak dan derwawannya para anggota parja demi kemajuan bersama.

Contoh aksi sosial parja

Tapi perlu kita ingat dibalik semua kesuksesan parja ada tugas berat yang menanti parja..tugas yang tak kalah beratnya bahkan mungkin lebih berat dari awal pembentukaanya..

Eksistensi adalah tugas berat parja. Yah menjaga eksistensi parja adalah tugas berat yang menanti parja, menjaga bara api semangat setiap anggotanya adalah masalah yang terlihat sepele tapi perlu penanganan yang serius dan perlu pemupukan semangat yang berkelanjutan agar gebrakan yang mengesankan di awal tidak memudar..tidak hangat- hangat tahi ayam..

Menjaga bara semangat para anggota parja tentu berkaitan dengan intern keanggotaan parja itu sendiri..baik sikap para pengurus dan aturan-aturan yang yang diterapkan. Yang perlu ditekankan disini mungkin aturan yang tidak terlalu kaku..mengingat parja adalah sebuah paguyuban.bukan organisasi resmi seperti tagana, kokam dan lain lain. Parja adalah sebuah paguyuban..ddilihat dari katanya saja paguyuban itu mementingkan guyub atau kebersamaan jadi utamakanlah kebersamaan.tapi perlu di ingat..kebersamaan juga perlu diatur agar tidak sampai saling melukai perasaan setiap anggotanya, untuk itu perlu adanya aturan dasar yang baik agar tidak mengekang atau membatasi daya upaya dan kreasi anggotanya. Sejauh ini aturan yang diterapkan parja sudah cukup baik.

Banyak organisasi baik hancur karena sikap pemimpinnya yang adigang adigung adiguno..semoga parja dan jalatunda dijauhkan dari hal itu.. Kita bersama harus bekerja dengan lillahi ta’ala..hanya karena Allah. AMIN..

Jujur saat mengingat kata parja hati saya bertanya..parja? sebuah paguyuban anak rantau jalatunda, sebuah paguyuban yang mewadahi anak-anak rantau jalatunda yang ingin memajukan desa..mengharumkan desa dari rantau? Atau kalau boleh saya katakan memajukan desa dari sisi ekstern desa(luar). Lalu siapa? organisasi apa yang menjadi partner parja untuk membangun desa jalatunda dari dalam desa jalatunda itu sendiri? Dari intern desa Jalatunda itu sendiri? Pemuda rantau Jalatunda diwadahi oleh parja. Lalu pemuda yang tetap tinggal di desa dijalatunda gimana? Apa wadahnya? Siapa yang mewadahi?

Dari situlah saya berpikir perlunya pendamping parja di desa..partner parja untuk membangun jalatunda dari dalam wilayah jalatunda itu sendiri. Mungkin perlu dihidupkan dan di bangkitkan lagi organisasi di tingkat desa entah itu karang taruna atau organisasi lain.

Jika kita jeli organisasi kepemudaan seperti karang taruna atau LSM atau kelompok tani misalnya itu memiliki aliran dana, punya alokasi dana/anggaran dana dari pemerintah. Banyak manfaat yang bisa kita petik sebenarnya jika ada organisasi pendamping parja di desa. Dengan adanya organisasi atau LSM di desa kita punya banyak kesempatan untuk memajukan desa. Kenapa? Karena sepengetahuan saya banyak diluar sana baik lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta nasional yang menyediakan, yang menawarkan berbagai jenis bantuan secara cuma-cuma asalkan kita mau mengirimkan proposal bantuan yang tentunya harus dibuat oleh sebuah kelompok atau organisasi tertentu untuk kepentingan umum juga tentunya.

Oke sobat blogger, parja lover demikian ulikan saya tentang pentingnya menjaga konsistensi parja dan perlunya pasangan bagi parja. Semoga bermanfaat. Saya tau setiap tulisan/pendapat pasti mengundang pro dan kontra.untuk itu saya harapkan kritik, saran atau pendapat khususnya bagi para pengurus dan anggota parja. Jadikan ini sebagai media diskusi bukan ajang disintegrasi.

Salam kompak parja..

9 Comments

Tinggalkan Balasan