MANAGEMENT KEPEMIMPINAN:(pentingnya)SENI MENG-KRITIK SEBAGAI UMPAN BALIK ATASAN-BAWAHAN.

Kepemimpinan adalah seni untuk meyakinkan orang lain untuk bekerja keras menuju sasaran bersama. Kepemimpinan bukanlah seni untuk menguasai.

Keberhasilan pemimpin bukan hanya seberapa bisa ia menguasai organisasi yang dipimpinnya, tapi juga seberapa mampu ia meyakinkan bawahannya untuk bekerja demi tercapainya tujuan bersama.

Keberhasilan mempimpin bukan hanya sekedar kepintaran mendelegasikan tugas-tugasnya tetapi juga kepintaran memahami emosional dan perasaan rekan-rekannya.

Namun banyak para pemimpin berpikir bahwa keberhasilan memimpinnya sangat dipengaruhi kemampuan logikanya di banding kempampuan emosional atau perasaannya.

Memimpin dengan menunjukan empati atau perasaan dianggap akan menyulitkan urusan dengan anak buah nantinya. Menjaga jarak secara emosional adalah keputusan yang diambil oleh pemimpin kebanyakan. Dengan begitu ia bisa menggambil keputusan ” kejam” yang di isyaratkan dalam bisnis organisasi atau perusahaan.

Padahal tipe memimpin dengan menjaga jarak inilah yang kadang justru menghambat kinerja dan kemajuan sebuah organisasi atau perusahaan. Hal ini dikarenakan tidak adanya tim kerja yang kompak, solid dan saling mengerti antara atasan dan bawahan.

Ingatlah bahwa sebuah organisasi, sebuah perusahaan adalah suatu sistem kerja, dimana setiap orang dalam sebuah perusahaan adalah bagian dari sistem. Setiap bagian pasti akan mempengaruhi bagian lain dalam sistem, dengan demikian keberhasilan sebuah sistem, sebuah perusahaan dipengaruhi oleh baik buruknya hubungan umpan balik antara atasan dan bawahan serta rekan sejawat.

Umpan balik positif antara atasan dan bawah sangatlah diperlukan guna mendapatkan informasi penting agar setiap usaha bersama tidak menyimpang dari jalur,dari tujuan bersama sebuah perusahaan.

Umpan balik adalah darah kehidupan organisasi, darah kehidupan sebuah sistem kerja. Pertukaran informasi membuat orang mengetahui apakah tugas yang mereka kerjakan sudah berjalan dengan baik atau masih harus dipertajam, ditingkatkan atau diarahkan kembali.

Tanpa umpan balik, orang akan berada dalam kegelapan, tidak mempunyai bayangan bagaimana harus bersikap terhadap atasan, terhadap kolega atau apa yang diharapkan dari mereka, dan setiap masalah hanya akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Wujud umpan balik adalah sebuah kritik atau saran. Kritik adalah umpan balik yang merupakan tugas paling penting seorang pemimpin. Namun kritik juga merupakan salah satu hal yang paling ditakuti dan tidak disukai.

Kritik sebagai umpan balik pemimpin terhadap bawahan memiliki banyak pengaruh terhadap kinerja sebuah sistem jika disampaikan secara tidak baik dan benar. Menguasai seni mengkritik adalah hal penting bagi seorang pemimpin dalam memberikan umpan balik.

Banyak kritikan yang berakhir buruk dan mempengaruhi kinerja suatu sistem. Hal ini di karenakan ketidak pekaan atasan terhadap sisi emosi atau perasaan bawahan. Ketidak mampuan pimpinan menguasai seni mengkritik sebagai umpan balik inilah yang akhirnya memunculkan stereotip atau anggapan negatif bahwa kritikan itu adalah sebuah bentuk penyerangan pribadi untuk memojokan, menindas atau bahkan menjatuhan yang dilakukan atasan pada bawahan.

Ketidak pekaan dalam memberikan kritik atau umpan balik sangatlah merugikan karena efektivitas, kepuasan dan produktivitas orang-orang ditempat kerja bergantung pada bagaimana mereka dikritik tentang masalah-masalah yang dikeluhkan.

Bagaimana kritik di berikan dan di terima sangat berpengaruh besar dalam menentukan seberapa jauh kepuasan seseorang akan pekerjaannya, dengan orang-orang yang menjadi rekan kerjanya dan dengan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Tinggalkan Balasan