JALATUNDA SELARAS : WADAH SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI WARGA JALATUNDA

Hay sobat blogger..kali ini saya akan sedikit mengupas sebuah komunitas atau grup di facebook yang saya sendiri menjadi salah satu anggota di dalamnya. Grup tersebut adalah JALATUNDA SELARAS

Jika di tengok dari arti namanya selaras mungkin dimaksudkan agar jalatunda itu bisa menjadi jalatunda yang setala atau sejalan. Artian dalam hal ini adalah agar warga jalatunda bisa setala atau sejalan dalam upaya meningkatkan dan memajukan desa jalatunda.ingin lebih tau maksud dan maknanya silahkan tanyakan pada pendiri grup.hehehe.

Penggagas berdirinya Jalatunda Selaras.


Sebagai sebuah grup komunitas saya rasa grup Jalatunda selaras ini sudah cukup berhasil atau sukses mengumpulkan anggota angotanya untuk ikut bergabung di dalamnya.

Hingga awal tahun 2017 ini saja anggota Jalatunda selaras sudah tercatat sebanyak 933 anggota. Sebuah keanggotan yang cukup besar mengingat ini grup non provit. Grup yang hanya disatukan oleh kesamaan wilayah yaitu Jalatunda.

Profil Grup Jalatunda Selaras


Dengan adanya grup ini maka kita bisa saling kenal..saling tutur sapa sesama warga Jalatunda..bisa saling berbagi dan bertukar informasi sesama warga jalatunda..

Dilihat dari kesatuannya warga jalatunda sudah terlihat bersatu..ini terlihat dari banyaknya anggota yang bergabung di grup ini.

Konsolidasi antar anggota pun nampak di grup ini. ini menjadi sebuah sinyal positif..sebuah momentum nyata untuk menyamakan kesatuan pandangan, sikap dan tekad untuk memajukan Jalatunda bersama-sama.

Contoh manfaat adanya grup Jalatunda Selaras.

1. Motivasi


2. Lowongan kerja

3. Informasi


Tapi sayang adanya kesatuan dan konsolidasi yang kuat ini belum di barengi dengan wujud nyata dari pada anggotanya. Kesatuan dan konsolidasi hanya masih terwujud dalam sekup grup itu saja, belum di manifestasikan dan di aktualisasikan dalam dunia nyata. Inilah yang perlu diperhatikan dan di kembangkan. Sayang kan jika grup ini hanya sekedar jadi bunga rampai??..

Andai saja kesatuan dalam grup dan konsolidasi yang terjadi di grup bisa ter ekspos dalam dunia nyata melalui berbagai kegiatan dan event-event guna memajukan desa.

Inget Jalatunda itu desa kita..kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?..

Jalatunda itu desa kita, desa yang dianggap desa tertinggal dibanding desa desa lainnya. Desa kita sering dipandang sebelah mata oleh tetangga.

Desa kita memang terpencil..desa kita memang di plosok..di pojok..aksesnya pun sangat bobrok. Tapi bukan berarti kita tak bisa..bukan berarti kita tak mampu.

Kapan desa kita akan maju?? Nunggu uluran pemerintah? Nunggu bantuan pemerintah? Itu mustahil..Jalatunda ga akan maju kalau bukan kita sendiri yang memajukan.

Saya berani jamin kalau hanya nunggu uluran pemerintah..nunggu bantuan pemerintah desa kita gak akan maju.

Kenapa? Iyalah pemerintah desa itu kurang proaktif..kurang tanggap..bekerja kalau ada instruksi saja. Gak ada inisiatif untuk menjemput bola. Istilahnya kalau di kasih ya di terima..kalau gak dikasih ya diem saja. Padahal diluar sana banyak bertebaran berbagai macam dan model bantuan yang bisa kita ambil tapi ya itu kita kurang inisiatif..bikin proposal aja nunggu di perintah..lahh ini yang butuh siapa coba? Kita kan?

Kedua Desa kita, Jalatunda kurang mempunyai daya dukung untuk kemajuan Banjarnegara itu sendiri..dalam artian desa kita kurang punya andil atau sumbangsih untuk memajukan atau mengharumkan nama Banjarnegara.

Coba kita bayangkan kalau kita jadi orang tua..kita punya dua anak si A dan si B. Si A gak pernah membantu kita..gak pernah membuat kita bangga..jangankan membantu atau membuat kita bangga..gak menyusahkan saja kita udah seneng.. melulu..huuuuhhh

Beda dengan anak kita si B..dia seneng sekali membantu kita tanpa kita minta. Dia sering sekali membuat kita bangga dengan prestasinya..dia sering sekali membuat kita seneng. Membuat kita sering ngasih duit, ngasih hadiah tanpa dia minta..ga pernah buat kita marah dan jengkel karenanya.

Dari ilustrasi diatas kira kira kita lebih sayang anak yang mana? Si B kan..

Nah si A Itulah perumpamaan desa kita. Kita hobinya cuma nunggu dikasih..kita ga punya inisiatif untuk menyogok pemerintah agar seneng dan bangga pada kita. Selama kita ga merubah diri selama itu juga pemerintah akan kecil sekali mengucurkan dananya untuk kita.

Lalu bagaimana cara menyogok pemerintah? Ya tentu dengan cara merubah wajah kita sendiri agar pemerintah lebih perhatian pada kita.

Kita bangun ekonomi desa secara kolektif. Kita bangun unit unit kerja kelompok..kita bangun organisasi warga dan pemuda secara nyata.

Jalatunda selaras adalah salah satu simpul kecil yang bisa membangkitkan energi itu muncul kepermukaan. Tentunya perlu adanya kesamaan tindakan dari pada anggotanya.

Jalatunda selaras bisa menjadi simpul kecil untuk bisa menghidupkan aktivitas warga, menggeliatkan ekonomi desa secara bersama-sama. Ayo kawan kita pikirkanbersama..bulatkan tekad untuk Jalatunda tercinta.JALATUNDA BISA..JALATUNDA JAYA..

Semoga bermanfaat.Salam…

Tinggalkan Balasan