HALAL BI HALAL DAN SANTUNAN GAMBARAN NYATA WAJAH ASLI WARGA JALATUNDA

Halal bi Halal adalah salah satu agenda tahunan yang di selenggarakan di desa Jalatunda. Acara halal bihalal selalu di isi dengan pengajian, Saling bersalam salam sebagai tanda saling memaafkan sesama warga desa Jalatunda. Acara ini selalu tumpah ruah dipadati warga dari seluruh dukuh di penjuru desa.

Lima tahun belakangan ini ada yang berbeda dari acara halal bi halal tahun tahun sebelumnya, Halal bihalal beberapa tahun terakhir selalu di sertai dengan Santunan Anak Yatim Piatu. Walaupun terbilang belum lama tapi acara ini selalu terbilang sukses, terbukti dari banyaknya uang santunan yang terkumpul tidak kurang dari 40 juta bahkan tahun ini acara santunan berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 51.510.000 hasil dari sumbangan berbagai komunitas yang ada di Jalatunda dan dari warga jalatunda yang hadir saat acara.

Image by Julianto

Selain dari jumlah perolehan uang santunan yang semakin meningkat, dari segi partisipan Halal bihalal dan santunan kali ini pun lebih banyak, jika tahun tahun sebelumnya hanya ada satu dua komunitas yang mendukung seperti PARJA, tahun ini tidak kurang dari 20 komunitas dan organisasi turut serta ikut bagian dalam mensukseskan acara seperti PARJA, Cungkring, Puma, RSK, Lenda, Semar mesem dan masih banyak komunitas lainnya. Bahkan ada satu komunitas luar desa yang turut serta dalam acara ini.

Ini menunjukan keanekaragaman komunitas yang ada di Jalatunda tidak membawa pada perpecahan dikalangan pemuda. Walaupun bendera mereka berbeda mereka tetap satu, tujuan mereka tetap satu yaitu menuju Jalatunda maju dan sejahtera..Santunan juga menunjukan betapa warga Jalatunda masih memiliki empati dan tenggang rasa yang cukup tinggi terhadap masalah sosial ekonomi di alami warga di sekelilingnya..

Image by Julianto
Image by Julianto

Saya pribadi bangga menjadi bagian dari masyarakat desa Jalatunda, saya bangga dengan para pemuda, komunitas dan segenap warga desa Jalatunda. Jalatunda yang selalu lekat dengan kata desa tetinggal, desa miskin dan dengan label wong ndeso, wong nggunung bagi warga yang tinggal didalamnya tapi ternyata mereka lebih kaya akan hati..lebih tinggi rasa empati dan tenggang rasanya.

Walaupun banyak diantara mereka yang masih hidup sederhana tapi mereka mau rela dan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinnya untuk menyantuni para anak yatim piatu. Dan sepertinya santunan seperti ini sudah masuk dan menghuni relung jiwa setiap warga dan menjelma menjadi tradisi luhur masyarakat desa Jalatunda.

Halal bihahal dan santunan sungguh memberikan kita gambaran nyata tentang wajah desa Jalatunda yang sesungguhnya, tentang sikap hidup masyarakatnya yang berjiwa sosial, empati dan bertenggang rasa cukup tinggi yang mana ini sudah jarang kita temui di tempat lainnya, yang mungkin hanya sebatas slogan tanpa tindakan yang nyata, Jalatunda sungguh desa yang bergerak dalam diam..warganya berbuat dalam senyap…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.