Antara Ahok, Pemerintah dan Hegemoni Cina

Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang seinget saya ada dua azas. Yaitu azas ius soli dan ius sanguinis.

Azas ius soli adalah cara menentukan kewarganegaraan berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Contoh.. Saya lahir di Indonesia. Secara otomatis saya adalah warga negara Indonesia. Tapi beda cerita jika saya dilahirkan di luar negeri. Amerika misalnya..maka saya tidak berkewarganegaraan Indonesia tapi Amerika. meskipun kedua orang tua saya asli Indonesia.

Yang kedua adalah azas ius sanguinis..azas ini menerapkan faktor keturunan sebagai azas untuk menentukan kewarganegaraan..jadi dibelahan dunia manapun ia dilahirkan..ia akan memiliki kewarganegaraan asal keturunannya.

Salah satu negara yang menganut azas ini adalah Cina. Di negara manapun keturunan cina dilahirkan. Maka ia secara otomatis diakui sebagai warga negara Cina.

Lalu bagaimana status kewarganegaraan keturunan cina yang lahir di Indonesia?. Orang keturunan cina yang lahir di Indonesia tentu saja berkewarganegaraan ganda karena ia tidak hanya di akui sebagai warga negara Indonesia tetapi diakui juga sebagai warga negara china..

Indonesia adalah negara yang kaya, negara yang potensial..ini diakui oleh seluruh dunia..bahkan sejak jaman imperialisme dan kolonialisme kuno Nusantara atau indonesia pada kala itu sudah menjadi rebutan dan incaran dunia. Portugis, spanyol adalah beberapa negara yang saling berebut kala itu. penjajahan Belanda dan Jepang adalah contoh puncak eksploitasi kekayaan pada masa itu..wujud nyata bahwa Indonesia kaya…bahwa indonesia dilirik dunia.

Kemerdekaan Indonesia menjadi awal kebebasan penjajahan secara fisik.

Tapi ingat..dengan kemerdekaan bukan berarti kita telah bebas..ada penjajahan yang lebih mengerikan dari itu yaitu penjajahan gaya baru..penjajahan secara modern..penjajahan secara mental dan ekonomi

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa..indonesia juga menjadi sasaran ekonomi dunia..indonesia memiliki pangsa pasar yang luar biasa besar.

Beberapa negara yang bersetru abadi dalam merebutkan kekayaan indonesia secara modern dan saling berebut pangsa pasar Indonesia adalah Amerika dan Cina.

Amerika menguasai berbagai jenis tambang di Indonesia. free port adalah salah satu contoh bagaimana negara adidaya itu mengeruk kekayaan alam papua secara modern.. Free port menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan kita mengalir kedunia luar.

Berbeda dengan Amerika yang banyak menguasai tambang Indonesia. Cina lebih menunjukan taringnya di Indonesia melalui penguasaan Ekonomi dan lahan lahan pertanian.

Suka atau tidak suka pada kenyataannya Ekonomi Indonesia dikuasai oleh orang-orang cina. Walaupun menjadi warga minoritas tapi aset keturunan cina dalam hal ekonomi bisa berlipat lipat dibanding warga pribumi..Cina sudah sudah menguasai dan mengendalikan ekonomi negara kita..

Amerika dan Cina selalu berseteru kepentingan di Indonesia..

Lalu bagaimana dengan kita kaum pribumi? Kita hanya bisa diombang ambingkan oleh keduanya.. Terlebih lebih sekarang..

Rongrongan cina mungkin lebih mengerikan di banding amerika. Kenapa saya bisa bilang begitu? Yah karena amerika tidak bisa apa apa selain mengeruk kekayaan Indonesia..

Nah kalau Cina bagaimana?Cina lebih mengerikan..

Kenapa?
Cina memiliki banyak penduduk di Indonesia yang notabene juga diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Walaupun minoritas tapi sangat kuat pengaruhnya dalam perekonomian Indonesia.

Secara Ekonomi Cina sudah menguasai perekonomian Indonesia.. Tapi menguasai Ekonomipun belum cukup.

Kekuasaan dalam perekonomian itu akan semakin kuat jika di dukung oleh sektor pemerintahan

Salah satu yang menjadi keuntungan cina adalah mereka mempunyai keturunan yang secara legal diakui menjadi WNI..

Dengan status sebagai WNI maka warga keturunan tersebut secara sah bisa ikut andil dalam pemerintahan.. Mereka bisa menduduki pos pos dalam pemerintahan.

Ekonomi sudah dikuasai..jika pemerintahan bisa diduduki..lengkaplah sudah hegemoni Cina di Indonesia.

Dengan duduknya warga keturunan di pos-pos pemerintahan katakanlah gubernur atau bahkan RI 1 maka cina akan semakin mulus menjajah ekonomi Indonesia. Dengan duduknya mereka. Mereka bisa mengubah ataupun membuat regulasi yang mempermudah Cina untuk menguasai perekonomian Indonesia.

Apakah anda sudah bisa membayangkan bagaimana jika warga keturunan menduduki pos penting?kita hanya akan menjadi warga mayoritas pribumi yang asing di tanah sendiri..pribumi yang dijajah secara ekonomi di bumi pertiwi sendiri..

Maukah Anda begitu???

Ahok merupakan salah satu tunas yang dipersiapkan taipan, yang dipersiapkan sembilan naga, yang disemai cina untuk menguasai pemerintahan di Indonesia..

Kita bisa melihat betapa kuatnya taipan, betapa kokohnya sembilan naga dari kasus ahok..

Ahok hanyalah ahok..seorang eks bupati Belitung..tapi sadarkah siapa di balik ahok?

Yah taipan, sembilan naga adalah sosok kuat di belakang ahok.. Kita bisa melihat bagaimana seorang ahok bisa mengobok-obok hukum dan pemerintahan. Sosok Ahok terlihat istimewa bahkan pamornya menyamai presiden kita..

Ahok merupakan tunas yang dipersiapkan sembilan naga yang dalam proses menuju tujuannya tersandung kasus penistaan agama..

Dalam kasus ahok kita bisa melihat seberapa besar kekuatan taipan..bagaimana pengaruh taipan mulai masuk dan menyusup kedalam pos-pos pemerintahan..

Kita bisa melihat bagaimana sosok ahok yang terlihat istimewa bahkan kebal hukum.dalam kasus ini kita bisa melihat betapa pelik dan rumitnya perpolitikan negeri ini. Perpolitikan yang disuguhi berbagai macam intrik dan segala macam cara demi sebuah kekuasaan.

Pada akhirnyapun ahokpun di vonis 2 tahun penjara karena terbukti menista agama.

Ahok terbukti mencatut surat almaidah 51 dalam kampanyenya.

Secara tersirat ahok menegaskan bahwa lawan politiknya tidak mempunyai kemampuan yang lebih untuk menumbangkanya dalam pilkada sehingga lawannya menggunakan isu agama untuk mengalahkannya.

Saya menyimpulkan dalam kasus ini ahok menjelekan Al quran yang menurutnya digunakan sebagai alat untuk pemenangan oleh lawan politiknya dalam kampanye DKI lalu..

Pernyataan Ahok ini tentu menyakiti kaum pribumi muslim.. Sebagai reaksi mereka melakukan orasi dan menuntut ahok dipenjarakan.

Ahok telah divonis penjara, namun hal ini tidak serta merta menyelesaikan masalah.

Pemerintah lagaknya benar benar telah dikuasai taipan..dikuasai neo liberalisme.
Kita bisa melihat itu dari kebijakan- kebijakan yang diambil jauh dari pro rakyat..pro pribumi..

Pertama banyak organisasi keislaman yang mulai di gembosi keberadaanya..sebut saja FPI. FPI adalah satu organisasi yang mencium adanya ketidakberesan dalam politik dan pemerintahan. Yang anehnya reaksi FPI dianggap sebagai bentuk pembrontakan..memicu disintegrasi bangsa bahkan isu makar..

Banyak Tokoh nasionalis dan agamis yang kasusnya dikriminalisasikan. Sebut saja Dahlan Iskan dan Habieb Rizieq Shihab.

Dahlan iskan adalah mantan menteri ESDM sekaligus tokoh nasionalis agamais yang mempunyai cara pandang yang luar biasa hebat yang akhirnya disudutkan dan dipenjarakan selama 6 tahun dengan tuduhan korupsi.

Habieb Rizieq Shihab adalah tokoh ulama nasional yang dikriminalisasikan karena tesis ilmiahnya pada masa lampau dianggap melecehkan pancasila. Pertanyaanya secara logika itu gimana? Tesis yang disusun secara ilmiah berdasarkan data dan sudah lolos uji kok dianggap melecehkan pancasila? Lalu saskia gotik yang secara live dan terang-terangan melecahkan pancasila malah diangkat jadi duta pancasila.. Gilaa kan??

Kini berhembus kabar pemerintah akan membubabarkan Hisbut tahrir Indonesia karena kegiatannya disinyalir membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi saya pribadi..sikap pemerintah ini menunjukan pengaruh neo liberal taipan yang sangat kuat. Sebuah kekuatan yang ingin melemahkan organisasi keislaman pribumi.

Mereka menciptakan stereotip bahwa organisasi ini tidak pro pancasila..tidak pro NKRI

Mereka berusaha melemahkan, mematikan bahkan jika perlu membubarkan organisasi keislaman pribumi yang notabene justru melakukan ini karena kecintaanya terhadap NKRI.

Kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat lainnya tampak jelas dengan di cabutnya berbagai macam subsidi, menaikan berbagai macam pajak. Menaikan tarif dasar listrik dan lainnya.

Kebijakan yang diterapkan dengan alasan untuk memajukan infrastruktur ini jelas-jelas melukai hati rakyat kecil. Benar benar membebani rakyat kecil ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit.

Berbeda efek dengan rakyat kecil. Kebijakan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ini membawa angin segar bagi para kaum taipan cina/neo liberalisme. Mereka banyak diuntungkan dalam hal ini..

Berbagai opini negatif melalui media masa untuk melemahkan kaum pribumi..kaum nasionalis dengan tuduhan yang menyakitkanpun secara masif beredar luas di masyarakat.

Media masa mulai kehilangan fungsinya setelah dikuasai kaum neo liberal..

Banyak media yang menyajikan berita tak berimbang untuk menciptakan seterotip negatif terhadap tokoh tokoh pribumi islami dan nasionalis.

Tentu saja efek berita yang tidak benar ini bisa menimbulkan opini yang tidak tepat pada masyarakat yang terbiasa menelan berita begitu saja tanpa melakukan analisis atau cek kebenaran berita..

Jika terus di biarkan begini maka stabilitas dan keamanan nasional bisa saja goyah. Pada akhirnya pertikaian saudara akibat kepentingan asingpun terjadi..

Untuk itulah saya sebagai orang awam menuliskan cerita sederhana ini..semoga tulisan ini bisa bermanfaat atau membuka pemikiran bagi mereka yang acuh terhadap perpolitikan atau masa bodoh dengan pemerintahan..

Bukan maksud saya juga mendiskreditkan semua warga keturunan karena ada saja warga keturunan yang memiliki nasionalisme sejati..

Kita sebagai rakyat kecil memang sering acuh dan masa bodoh terhadap isu-isu nasional..

Mereka sering berujar..”ngapain sih lu ngomong politik..ngomong negara dan pemerintahan..kayak pejabat aja…masa bodoh dengan itu semua..toh kita makan cari sendiri..usaha juga sendiri”.

Saya tandaskan sekali lagi.. Saya, kita semua juga sama..makan cari sendiri..usahapun sendiri..tapi setidaknya kita sebagai warga negara yang baik yang mempunyai idealisme dan rasa nasionalisme terhadap NKRI tidak seharusnya bersikap acuh dan masa bodoh terhadap isu-isu nasional…

Salam

Tinggalkan Balasan