Aku Anak Desa..Anak Penggembala

Sebagai seorang anak desa, aku terbiasa melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas orang desa. Salah satu aktivitas yang tak bisa dilepaskan dari orang desa adalah ngarit, atau kalau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama menyabit(memotong rumput). Ngarit adalah salah satu aktivitas yang tidak bisa lepas dari orang desa. Kok bisa?, ya karena sebagian besar mata pencaharian orang desa adalah petani atau pekebun. Kebanyakan orang desa memiliki lahan yang cukup luas untuk bercocok tanam.

Terus apa hubungannya dengan ngarit?
Ya karena petani atau pekebun tidak bisa dilepaskan dari kata peternak. Sebagian besar petani pasti peternak. Bertani dan berternak layaknya dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan apalagi di jauhkan. .ciee kayak kamu sama si doi banget si..:D.

Bertani tanpa beternak itu akan terasa hampa, akan terasa ada yang kurang, beternak itu ibarat pelengkap bagi para petani. Mungkin kalau di jaman now orang orang milenial mengatakannya dengan istilah bisnis/usaha sampingan atau bisa di bilang tabungan bahkan bisa dibilang juga investasi masa depan. Jadi bagi para petani yang notabene orang jaman old beternak itu layaknya bisnis atau usaha sampingan, tabungan atau investasi masa depan mereka. Sebagai peternak ngarit itu menjadi pekerjaan wajib mereka setiap harinya selain bertani. Nah itu pula yang terjadi padaku sebagai seorang anak desa, sebagai seorang anak petani dan peternak, ngarit itu tak asing buatku, bahkan pekerjaan wajib sehari-hariku untuk sekarang ini.

Setiap hari ibu memberi tugas padaku untuk mengurus pakan ternak kambing yang kami pelihara, tidak banyak memang, tapi itu terasa amat berharga bagi kami sekeluarga. Kambing bak tabungan dan investasi bagi kami. Kami bisa menjual kambing-kambing peliharaan kami sewaktu-waktu saat kami membutuhkan biaya tak terduga.

Kamu anak kota? Kamu gakkan merasakan serunya hari hari kami si anak desa.

Selain ngarit aku juga biasa angon wedus (menggembala kambing), Seperti siang itu, seperti biasanya aku pun melepaskan kambing-kambing peliharaanku untuk di gembala dikebun kosong yang luas di belakang rumahku. Udara yang sejuk dan sepoi-sepoi menyambut kedatanganku di kebun kosong itu, suasana semakin nyaman manakala suasana teduh tercipta dari rindangnya pepohonan yang berjejer di sekeliling kebun.

Setelah menambatkan tali ikatan kambing akupun bergegas menuju tempat yang nyaman untuk duduk dan berteduh..tiap kali aku terduduk aku merasakan betapa nikmatnya hidup di desa, suasananya yang sepi, tenang dan nyaman, suara angin yang mendesir terasa begitu segar ketika menerpa tubuh ini. Hmmm begitu nikmatnya hidup di desa, hidup seakan seperti tiada beban tidak seperti yang orang-orang kota rasakan, bak robot yang dikejar-kejar ambisi, hiruk pikuk dan kebisingan kota.

Saat duduk termenung sembari angon aku pun sering menyadari betapa besarnya kekuasaan Sang Pencipta,melalui alam ini..melalui sejuknya angin yang mendesir melalui dedaunan yang bergoyang di terpa angin aku merasakan betapa Agungnya Sang Pencipta, Penguasa Alam jagad Raya, dan aku hanya makhluk kecil yang tiada arti diantara jutaan MahlukNYA..

Subhanallah..Allahuakbar…

Banyak hal yang bisa aku lakukan saat angon wedus..tidak hanya menikmati keindahan dan meresapi keagunganNYA, aku bisa melakukan aktivitas lain seperti momong keponakan. Kamu tau kan apa itu momong???hahaha.. Tak jarang aku angon wedus sembari momong ponakan. Aku ajak ponakan-ponakanku yang cantik-cantik dan ganteng untuk bermain ria di kebun sembari menikmati sejuk dan indahnya alam ini..aku ingin mereka kenal alam ini..cinta alam ini..

Tak jarang aku membawa tikar ke kebun saat bersama mereka. Aku ingin mereka betah berlama lama di sana. Aku ingin mereka bisa menyatu dengan alam ini..menghargai alam ini dan bangga menjadi anak desa ini..

Kami biasa bercerita, bersenda gurau sambil tiduran diatas tikar sembari melihat langit yang cerah membiru..membumbung tinggi diatas sana…

Huhhh indahnya..

………

Banyak hal sebenarnya yang bisa kita lakukan sebagai anak desa, bahkan jika itu dibarengi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup anak desa takkan kalah dari anak-anak kota. Suasana desa adalah suasana impian terindah bagi mereka orang kota.

Sembari angon kita bisa melakukan kegiatan layaknya orang kota. Dari sekedar chating, browsing hingga bisnis kekinian ala orang kota.

Emang bisa???

Bisa donk..asal ada Koneksi internet dan kemampuan untuk itu..

Lha aku ga tau begituan, sama aja bohong donk?!!!…

Makanya yuk belajar bareng untuk itu..gak ada yang gak mungkin kalau kita mau belajar dan berusaha..

Dulu waktu aku lulus SMA aku gak bisa komputer babar blass..gatau apa itu internet, gak tau apa itu bisnis online tapi dengan belajar sedikit sedikit aku mulai bisa..

Semoga kita bisa belajar bersama..
Ini untuk kamu kamu yang merasa anak desa..

Kamu yang anak kota, aku yakin kamu ahlinya..langsung skip aja..

Kembali ke topik!!!..

Sebagai tukang angon yang sedang haus belajar pengetahuan dan teknologi aku sesekali memanfaatkan waktu saat angon wedus dengan membaca buku..lumayan kan daripada bengong mikirin dia..belum tentu juga dia mikirin kita..

Rugi!!!…

Kadang juga waktu aku manfaatkan dengan promosi barang dagangan. Maklum aku juga jualan online malaupun masih sebatas reseller atau droopshiper..
Aku sempat membuat website toko online ala anak desa.

Bermain forex, menganalisa chart jual beli mata uang asing juga kadang aku lakukan sambil angon tapi itu kalau sinyal internetnya lagi stabil..tapi untuk yang satu ini aku kira kurang cocok buatku yang masih amatiran..dan belum punya modal yang cukup besar ditambah bisnis ini berisiko tinggi.

Aktivitas terakhir yang biasa aku lakukan, dan aku sangat yakin kalian semua juga bisa melakukan ini adalah menulis artikel..ya menulis artikel biasa aku lakukan sambil angon wedus. Seperti saat aku nulis tulisan ini!.

Tapi Aku gabisa nulis??

Kalaupun mau nulis, nulis apa??

Aku juga sama, aku ga bisa nulis, bahkan tiap kali mau nulis aku juga bingung mau nulis apa.

Ya udah aku nulis apa adanya, seadanya..semampu yang aku bisa..apa yang ada diotakku ya itu yang aku tulis..

Aku ga mikir apa tulisanku bagus apa gak..apa kata-katanya pas atau tidak..

Aku gak mikir itu semua..penting nulis..nulis dan nulis..

Yang lain pikir keri..

Banyak hal yang ada di angan dan pikiran kita kadang cuma tertahan di awang awang, itu karena kita banyak mikir dulu..belum dilakuin dah mikir yang lain..mikir ini itu dulu..belum action sudah nguap dulu.

Gak ada orang pintar secara instan, termasuk nulis..nulis itu layaknya profesi..akan semakin baik dan bagus kalau kita sering mencoba..

Kita gak usah mikir mau nulis apa, bagus atau gak, yang terpenting adalah kita berani mencoba.. Mencoba…dan terus mencoba…mulailah menulis apapun..dari hal sekecil apapun.

Aku yakin kamupun bisa..
Sebagai anak desa kita ga usah minder dulu..gak usah takut dulu..ga usah mikir aku gak bisa..

gak usah bilang aku gak ngerti..

Yang penting itu MAU dulu..
Yang penting itu SEMANGAT dulu..
Yang penting kita PANTANG MENYERAH dulu..

Aku yakin jika semua itu tertanam di hati kita pasti bisa..

Kita harus contoh Eka Lesmana anak semarang yang cuma lulusan SMP. Kerjaan awalnya cuma kuli bangunan.. Cuma tukang angon bebek.. Tapi karena tekad dan kemauan yang keras ia bisa menghasilkan ratusan juta rupiah dari internet..bahkan sekarang ia sudah punya sekolah internet marketing sendiri.

Gak percaya? Coba cari aja di Google ” Kisah Sukses Eka Lesmana”

Tidak mau kah kamu mengikuti jejaknya?
Menjadi anak desa yang sukses?


Jadi anak desapun bisa asal kita mau belajar dan berusaha..

Sambil angon kita punya banyak waktu untuk melakukan segalanya..

Hidup anak desa!!
Anak desa pasti bisa.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: